Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan Masyarakat

Catatan: Apakah Tepung Berbahaya? Dr. Hans Beberkan Fakta dan 7 Cara Sehat Mengonsumsinya Versi Timur

×

Catatan: Apakah Tepung Berbahaya? Dr. Hans Beberkan Fakta dan 7 Cara Sehat Mengonsumsinya Versi Timur

Share this article
Example 468x60

JAYAPURA, suluhtimur.com – Suluh Timur menelusuri kronologi peristiwa berdasarkan keterangan pihak terkait. – Bahan pangan berbasis tepung terigu kerap dituding sebagai penyebab utama timbulnya berbagai gangguan kesehatan era modern, seperti obesitas dan diabetes. Kendati begitu, pakar kesehatan Dr. Hans mengungkapkan bahwa tepung sejatinya tidak harus sepenuhnya dijauhi. Persoalan mendasar sebenarnya terletak pada evolusi pengolahan tepung di era modern serta respons metabolisme tubuh terhadapnya.

Dalam penelusuran lebih lanjut, menurut Dr. Hans, terdapat tiga faktor utama yang mengubah bahan makanan pokok ini menjadi berisiko bagi kesehatan:

Example 300x600

1. Perubahan Karakter Gandum dan Pengolahan
Tepung modern sebagian besar diproduksi dari jenis gandum kerdil (dwarf wheat) yang memiliki struktur gluten jauh lebih kompleks. Penggunaan mesin giling baja berkecepatan tinggi menghaluskan teksturnya, namun menghilangkan bagian dedak dan inti gandum (bran and germ). Akibatnya, kandungan serat dan nutrisi alami lenyap, belum lagi ditambahkannya bahan aditif sintetis seperti pemutih dan pengawet.

2. Dominasi Produk Ultra-Proses
Saat ini tepung jarang disajikan dalam bentuk murni, melainkan diolah menjadi makanan ultra-proses seperti roti manis, kue, dan pastry. Produk-produk ini memadukan tepung halus dengan minyak rafinasi, gula tambahan, serta penguat rasa yang memperburuk metabolisme tubuh. Hal ini sangat berbeda dengan roti tradisional seperti sourdough yang memanfaatkan proses fermentasi alami.

3. Pola Hidup Modern yang Kurang Aktif
Sifat masyarakat modern yang cenderung pasif (sedentary), mengalami stres kronis, serta kurang tidur makin memperburuk dampak tepung olahan. Kombinasi ini memicu timbulnya resistensi insulin, lonjakan kadar gula darah, hingga penumpukan lemak viseral atau lemak perut.

Meski demikian, Dr. Hans membagikan 7 langkah cerdas agar masyarakat tetap dapat mengonsumsi tepung secara aman tanpa mengorbankan kesehatan metabolisme:

Ia menyimpulkan bahwa efek tepung pada tubuh sangat bergantung pada kualitas bahan dasar, proses pengolahan, kombinasi sajian, serta kondisi kesehatan individu. SLHT

Perkembangan berikutnya akan dilaporkan Suluh Timur setelah ada konfirmasi tambahan. SLHT

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *