JAYAPURA, suluhtimur.com – Suluh Timur menelusuri kronologi peristiwa berdasarkan keterangan pihak terkait. — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan tindakan sejumlah tenaga kesehatan di media sosial yang menanggapi keluhan pasien BPJS hingga menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Kemenkes menekankan pentingnya seluruh tenaga kesehatan menjaga etika profesi serta memberikan perlakuan yang sama kepada setiap pasien.
Dalam penelusuran lebih lanjut, direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menandaskan para nakes, baik dokter maupun perawat, dilarang membedakan kualitas pelayanan berdasarkan status kepesertaan pasien.
“Pada prinsipnya saya pribadi menyesalkan itu terjadi, karena sebagai seorang tenaga kesehatan, dokter, perawat dan sebagainya tidak boleh membeda-bedakan apakah itu pasien BPJS ataupun non-BPJS. Semuanya harus diperlakukan sama,” kata Azhar.
Azhar turut mengingatkan agar para pelayan medis tidak mengumbar kekesalan atau keluhan terkait pasien ke jejaring media sosial. Ia menilai, masalah yang berpotensi timbul dalam proses pelayanan kesehatan idealnya diselesaikan secara profesional tanpa harus diunggah di ruang digital yang dapat memicu pandangan buruk masyarakat.
“Kalau misalnya anda merasa tidak nyaman dengan situasi kondisi atau merasa pasiennya berlaku kasar, ya jangan diumbar melalui medsos. Lebih baik dibicarakan baik-baik, karena kalau sudah diumbar begini masyarakat akan bisa mempersepsikan yang berbeda,” lanjutnya.
Kemenkes mengingatkan kembali bahwa etika profesi mengharuskan pelayanan kesehatan diberikan secara adil, adekuat, dan tanpa perlakuan diskriminatif terhadap pasien BPJS maupun non-BPJS.
Selain itu, penggunaan jejaring sosial oleh para tenaga kesehatan wajib berada dalam koridor etika demi menjaga integritas dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan. Kemenkes berharap para nakes lebih bijaksana saat berkomunikasi di dunia maya serta memprioritaskan saluran internal untuk menyelesaikan setiap kendala pelayanan. SLHT
Perkembangan berikutnya akan dilaporkan Suluh Timur setelah ada konfirmasi tambahan. SLHT


















